SIKLUS KEHIDUPAN

5.13.2010

Sahabat, pernahkah kita memperhatikan ombak di lautan ? Selalu ada ombak besar dan juga ombak kecil .
Begitu indah rasanya bisa memandang gulungan gulungan ombak yang datang silih berganti.. Sang ombak besar selalu tampak bergulung-gulung dengan suaranya yang menggelegar, tampak bersuka ria menikmati kedasyatan kekuatannya, seakan-akan menyatakan keberadaan dirinya yang besar dan gagah perkasa.

Sementara itu, jauh di belakang gelombang ombak besar, tampak sang ombak kecil terseok seok berusaha mengikuti gerakan sang ombak besar. Ia terlihat lemah, tertatih-tatih, tak berdaya, dan jauh tersisih di belakang, sementara sang ombak kecil hanya bisa menyerah dan mengekor ke mana pun ombak besar pergi. Tetapi, di benaknya selalu muncul pertanyaan dan menyesali keadaan nya, Kenapa ya aku begitu lebih lemah dan tak berdaya?

Suatu saat , ombak kecil bermaksud bertanya pada sang ombak besar. Sambil tertaih-tatih ombak kecil berteriak: “Hai ombak besar. Tunggu!”

Sayup-sayup suara ombak kecil didengar juga oleh ombak besar. Lalu sang ombak besar sedikit memperlambat gerakannya dan berputar-putar mendekati arah datangnya suara. “Ada apa sahabat?” Jawab ombak besar dengan suara menggelegar hebat.

“Aduh .pelankan dong suaramu. Aku mau tanya nih , mengapa
engkau bisa begitu besar? Begitu kuat, gagah, dan perkasa? Sementara
diriku. ah. begitu kecil, lemah dan tak berdaya. Apa sesungguhnya yang
membuat kita begitu berbeda, wahai ombak besar?”

Dengan bijak sang Ombak besar pun menjawab, “Sahabatku, kamu menganggap dirimu kecil dan tidak berdaya, dan menganggap aku begitu hebat dan luar biasa, anggapanmu itu muncul karena kamu belum sadar dan belum mengerti jati dirimu yang sebenarnya, hakikat dirimu snediri”.

“Jatidiri? Hakikat diri? Kalau jati diriku bukan ombak kecil, lalu aku ini apa?” Tanya ombak kecil, “Tolong jelaskan, aku semakin bingung dan
tidak mengerti.”

Ombak besar meneruskan, “Memang di antara kita terasa berbeda tetapi sebenarnya jati diri kita adalah sama, kamu bukan ombak kecil, aku pun juga bukan ombak besar. Ombak besar dan ombak kecil adalah sifat kita yang sementara. Jati diri kita yang sejati sama, kita adalah air. Bila kamu menyadari bahwa kita sama-sama air, maka kamu tidak akan menderita lagi, kamu adalah air, setiap waktu kamu bisa menikmati menjadi ombak besar seperti aku, kuat gagah dan perkasa.” Mendengar kata-kata bijak sang ombak besar, mendadak timbul kesadaran dalam diri ombak kecil. “Ya, benar, aku bukan ombak kecil. Jati diriku adalah air, kenapa aku harus berkecil hati dan menderita.”
Dan, sejak saat itu, si ombak kecil pun menyadari dan menemukan potensi dirinya yang maha dasyat. Dengan ketekunan dan keuletannya, ia berhasil menemukan cara-cara untuk menjadikan dirinya semakin besar, kuat, dan perkasa, sebagaimana sahabatnya yang dulu dianggapnya besar. Akhirnya, mereka hidup bersama dalam keharmonisan alam. Ada kalanya yang satu lebih besar dan yang lain kecil. Kadang yang satu lebih kuat dan yang lain lemah.

Begitulah, mereka menikmati siklus kehidupan dengan penuh hikmat dan kesadaran.

Sebagai manusia, sering kali kita terjebak dalam kebimbangan akibat situasi sulit yang kita hadapi, yang sesungguhnya itu hanyalah pernak-pernik atau tahapan dalam perjalanan kehidupan. Sering kali kita memvonis keadaan itu sebagai suratan takdir, lalu muncullah mitos-mitos: aku tidak beruntung, nasibku jelek, aku orang gagal, dan lebih parah lagi menganggap kondisi tersebut sebagai bentuk “ketidakadilan” Tuhan.

Dengan memahami bahwa jati diri kita adalah sama-sama manusia, tidak ada alasan untuk merasa kecil dan kerdil dibandingkan dengan orang lain. Karena sesungguhnya kesuksesan, kesejahteraan dan kebahagiaan bukan monopoli orang-orang tertentu, jika orang lain bisa sukses, kita pun juga bisa sukses! Kesadaran tentang jati diri bila telah mampu kita temukan, maka di dalam diri kita akan timbul daya dorong dan semangat hidup yang penuh gairah sedahsyat ombak besar di samudra nan luas. Siap menghadapi setiap tantangan dengan mental yang optimis aktif, dan siap mengembangkan potensi terbaik demi menapaki puncak tangga kesuksesan.

“Jati diri kita adalah sama-sama manusia! Tidak ada alasan untuk merasa kecil dan kerdil dibandingkan dengan orang lain. Jika orang lain bisa sukses, kita pun bisa sukses!”




Image Hosted by UploadHouse.com

KENAPA SUKA DENGAN BLOG?

Saat punya blog rasanya ada sesuatu yang harus saya rawat dan di jaga. Kemudian berpikir mau di isi atau di tulisi apa blog tersebut?.

Terjadi proses berpikir.. saat berpikir membuahkan kreatifitas. Kreatifitas membuat ide yang biasa saja menjadi ide yang luar biasa. Saat kreatifitas muncul, berarti sisi otak sebelah kanan juga berproses. Yang pada akhirnya antara otak kanan dan kiri bisa bekerja secara balance. Tidak mayoritas otak kiri dan tidak juga mayoritas otak kanan yang bekerja. Namun keduanya saling bersinergi.

Makanya sering saat memberikan komentar, saya bertanya kenapa suka dengan blog?. Jawabannya bervariasi, tergantung Tujuan membuat blog itu untuk apa. Untuk berbagi cerita, berbagi ilmu, sebagai motivasi menulis (ini saya banget). atau sebagai blog yang dapat menghasilkan uang.

Dengan demikian maka ada banyak alasan bagi kita untuk memiliki blog. Memeliharanya sampai tumbuh besar (bahkan ada yang ternak blog) dan pada akhirnya akan dapat mengasilkan sesuatu yang bermanfaat bagi pemilik blog dan juga orang lain yang merasakan manfaat dari blog yang kita pelihara. Baik manfaat materi maupun manfaat yang tidak berupa materi.




Image Hosted by UploadHouse.com

DIARY PINK ADIKKU

5.11.2010

Sebuah buku diary berwarna pink sengaja kubelikan untuk bidadari kecilku. Kuingin dia belajar menulis tentang apa yang dialaminya tiap hari. Kumau, keceriaan hari- harinya tak hilang begitu saja tanpa ada goresan yang merekamnya.
Diary pink, begitu aku menyebutnya. Diary mungil yang akan menemani adikku dalam kesehariaannya. Bukan bermaksud mengajarinya menjadi pribadi introvert tapi sekedar memberikan kesempatan kepadanya tuk membagi kisahnya.
Selama ini dia hanya berceloteh tanpa ada yang berusaha memahaminya. Semoga diary pink dapat menjadi teman dalam kehidupannya.

REKAYASA ULANG

5.10.2010

Rekayasa ulang, dua kata yang terlintas dalam benak. Ada rasa yang tiba- tiba membuncah, keinginan meledak untuk kembali menulis. Jika membuka blog ini, malu rasanya melihat postingannya yang itu- itu saja. Makanya, sekarang kuingin merekayasa ulang niat bukan karena termotivasi rasa malu, takut punah atau panggilan menyadarkan dari pesaing (ngeblog adalah kompetisi, benarkah?) tetapi karena menulis adalah kebutuhan, itu menurutku, menurut teman- teman?
Rekayasa ulang berbeda dengan menata ulang. Rekayasa ulang menjangkau spektrum yang luas. Tanpa keinginan kuat untuk berubah dan ketrampilan untuk melakukannya, rekayasa ulang akan sama maknanya dengan menata ulang, pemaknaan yang sempit, membatasi kreatifitas.
Pembahasannya kok jadi serius yah?
Anggap saja itu prolog. Penulis hanya bermaksud mengungkapkan betapa besar keinginan untuk kembali menorehkan jejak- jejak pena dalam blog ini. Penulis ingin merekayasa ulang aktivitas menulisnya, menulis apa saja yang menjadi lintasan pikiran. Semoga ! mohon support dari teman- teman blogger semua. happy blogging !
Jika seseorang ingin melihat matahari terbenam tetapi terus berlari ke arah timur, maka yang didapatkan hanya kekecewaan.

 
 
 

SEKEDAR INFO

di blog yang sederhana ini ternyata:

buah torehan telah ditulis
buah nasehat telah masuk


KOMENTATOR

Widget by

KOMENTAR TERAKHIR

VIA:

 
Copyright © Diary Aktivis