DIRECT SELLING LAGI

2.05.2009


Sebagai kader da'wah,senang sekali rasanya karena sore ini aku akan silahturahmi lagi dengan masyarakat. Istilah kerennya "direct selling". Sampai saat ini, metode ini dianggap cukup efektif dalam mensosialisasikan agenda-agenda atau program partai da'wah , sekaligus mempererat ukhuwah islamiyah antar sesama.

Aku yakin, setiap kader da'wah mempunyai cerita yang berbeda tentang suka duka direct selling. Namun satu hal yang harus di pahami oleh semua pihak, kami sebagai kader da'wah,menyapa masyarakat dengan keikhlasan, tanpa ada imbalan atau tendensi lainnya. Yang kami bawa hanyalah kebenaran semata.Kami harus setia mendengar keluhan masyarakat yang sudah bosan dengan janji-janji, harus tegar ketika di caci bahkan harus tabah kalau di usir atau tak di izinkan bertamu di rumah warga. Terkadang kami juga harus memberikan pemahaman warga yang selama ini di nina bobokan dengan money politik. Kami memang tak punya banyak uang untuk di bagi ke masyarakat. Tapi kami punya idealisme,punya kepedulian, memiliki kepekaan atas apa yang di alami orang-orang yang kami datangi. Karena kami juga lahir dari rahim penderitaan, sehingga wajar kalau kami perjuangkan nasib kaum tertindas,hak rakyat yang selama ini di rampas oleh mereka yang mengatasnamakan pelindung wong cilik,padahal sebenarnya mereka adalah antek-antek wong licik.
Direct selling, agenda andalan kami dalam memahamkan masyarakat serta mengajak mereka untuk memperbaiki nasib negeri sendiri. Memahamkan tentang agenda keumatan yang kami usung.

8 itu PKS


Bersih, Peduli, Profesional



Image Hosted by UploadHouse.com

USTADZKU

2.04.2009

Ustadz, maafkan aku, terpaksa kutuliskan ini di blogku. Maafkan bila ada kata-kata khilaf yang ada dalam tulisan ini. Ada sesuatu yang mengusik pikirku tentang pribadimu. Mungkin karena selama ini, aku kurang berinteraksi secara intens denganmu, di bandingkan dengan teman-temanku. Terkadang aku iri, mereka dengan mudah akrab bersamamu, bahkan jadi sahabat setiamu. Satu hal yang aku perhatikan, ketika akrab dengan salah temanku, aku melihat keakraban itu dalam tempo yang singkat (afwan, jika mata ini salah menilainya). Ustadz, taujih-taujihmu senantiasa membakar semangatku. Orang tak akan pernah heran dengan kepiawaianmu.Tapi ada yang mengganjal di hatiku.

Mengapa aku tak bisa akrab denganmu? Tak bisa mencurahkan kondisi yang kualami di ma'had. Aku dan engkau tahu kalau peran itu sebenarnya jadi tanggung jawab murabbiku.Tapi aku tak bisa mengutarakannya ke murabbiku. Entah kenapa, hanya Allah yang tahu. Ustadz... izinkan aku menempatkanmu dalam list orang-orang yang aku kagumi, pribadi-pribadi yang senantiasa komitmen dalam da'wah ini, sosok yang bisa memotivasi dan memberi teladan. Ustadz.... maafkan aku....!!! Uhibukka ma fillah !!!
(Makassar, 04 Februari 2009)

BLOG INI HANYA BERISI TOREHAN SEDERHANA DARI SEORANG PEMUDA MUSLIM YANG LAGI BELAJAR MEMPERBAIKI DIRI, MOHON MASUKAN REKAN_REKAN BLOGGER DAN NETTER.HAPPY BLOGGING
Image Hosted by UploadHouse.com


PERTAMA KALI MENGENALMU

1.19.2009

Akhirnya Allah memberiku kesempatan untuk mengenalmu. Yah, mengenalmu merupakan kesyukuran. Jalan da'wah, begitulah namamu. Awal mula aku berinteraksi denganmu lewat pengajian di sekolahku. Sudah menjadi skenario Allah, bergabung dalam barisanmu setelah mengikuti rekruitmen rohis sekolahku. Awalnya banyak yang tak menyangka kalau aku bisa terlibat dalam aktivitasmu. Jujur, aku malu jika mengingat prilaku-prilaku sebelum berhimpun dalam barisan pendukungmu. Tak bisa baca Qur'an, shalat hanya sekali dalam sepekan dan beberapa perbuatan tercela lainnya adalah bagian dari potret suramku.

Perlahan, engkau mengikisnya. Aku mulai belajar baca Qur'an, walaupun masih terbata-bata, berjanji takkan meninggalkan sholat 5 waktu serta meninggalkan tindakan-tindakan tercela lainnya. Aku hanya seorang hamba yang khilaf. Tapi tahukah engkau , wahai jalan panjang penuh onak dan duri, mengenalmu banyak hikmah yang aku ambil. sebagai pendukung barisanmu, malu rasanya jika harus tenggelam dalam kubangan maksiat, seperti yang telah lalu.
Jalan da'wah, tantangan pertama yang harus kulewati ketika bersamamu datang dari keluargaku sendiri.Mereka melarangku terlibat dalam aktivitas-aktivitasmu. Akal sehatku tak dapat mencerna hal itu. Mereka beranggapan kalau aku telah memilih jalur orang-orang yang anarkis, kejam dan tak berprikemanusiaan. Mereka mengira aku aktif dalam aktivitas-aktivitas yang mengarah ke terorisme.
Wahai jalan panjang, bersamamu penuh suka dan duka. Denganmu, aku menemukan oase sang guru, murabbi-murabbi handal yang selama ini menuntunku.Merekalah orang-orang yang selalu siap untuk mengawalmu. Jalan da'wah, berta'aruf denganmu, menumbuhkan ukhuwah yang kuat. Aku menemukan saudara yang bukan karena ikatan darah tapi karena iman kepada Allah SWT. Duka yang kulalui bersamamu, hanyalah kerikil-kerikil kecil.Aku juga juga pernah terjatuh,beruntung aku bisa bangkit dan bertekad akan terus bersamamu sampai aku menjumpai syahid sebagai cita-cita tertinggiku.
Image Hosted by UploadHouse.com

foto-foto narsis

1.17.2009

foto- foto ini di buat sebagai postingan intermezzo saja



















 
 
 

SEKEDAR INFO

di blog yang sederhana ini ternyata:

buah torehan telah ditulis
buah nasehat telah masuk


KOMENTATOR

Widget by

KOMENTAR TERAKHIR

VIA:

 
Copyright © Diary Aktivis