BERSABARLAH dan jangan pernah MENGELUH !

5.15.2009

“Wahai tentara Allah bertahanlah
Jangan menangis walau jasadmu terluka
Sebelum engkau bergelar syuhada
Tetaplah bertahan dan bersiap-siagalah”
(Mars Korsad)

BERTAHANLAH….pada situasi yang kurang menguntungkan bahkan pada kondisi yang paling tidak kita senangi. Karena kita bukan PECUNDANG.
Menentang rintangan dan penderitaan lebih mulia daripada surut ke belakang menuju ketentraman.
Rama-rama yang berputar sekitar lampu hingga mati lebih terhormat dari pada tikus yang hidup dalam terowongan gelap.

FII SABIILILLAH… Inilah jalan yang HARUS kita lalui. Ini jalan ketaqwaan, jalan bersama al haq, jalan yang lurus, jalan orang-orang yang diberi ni'mat, jalan para Nabi, Shiddiiqiin, syuhada dan shaalihiin.
Jalan yang sukar lagi mendaki, jalan yang penuh celaan dari orang-orang yang suka mencela, jalan yang penuh hasutan dari orang-orang yang suka menghasut, jalan yang penuh hinaan dari orang-orang yang suka menghina, jalan yang penuh fitnah, teror, interogasi dan intimidasi. Gambarannya seperti neraka, dibumbui dengan berbagai hal-hal yang sama sekali tidak menyenangakan. Namun pada hakikatnya, itulah SURGA abadi.

Saudaraku….BERSABARLAH, dan jangan pernah MENGELUH!!!



Image Hosted by UploadHouse.com

SEKEDAR ISENG

Assalamu alaikum rekan-rekan blogger dan netter.
"Aku" sebagai admin blog ini, meminta maaf karena baru bisa update lagi. Dua pekan terakhir lagi sibuk ngurus beberapa blog (ceritaktivis,reuni akbar,sibuk urus group IKA).

Postingan ini hanya sekedar postingan biasa. Terinspirasi dari aktivitas FACEBOOK,beberapa menit sebelum menulis postingan ini.
Yah, tadi sebelum menulis ini, ada beberapa teman yang sulit membaca status wll FBku.
kok bisa? Ada yang bisa bantuin?
Aku tulis di dinding FB-ku kalimat : sndɯɐʞ ɯǝq uɐsnɹnƃuǝdǝʞ ıɹɐp ɹnpunɯ
Beberapa saat kemudian ada komentar:
- Apa lg it dimksd?ckit kepaLaQuw baLiK i buaCh
- ko bisa ciey??gmne cara???
- aduh mas pusing bacax...ini ceritax senam leher
- kok..??? how..???

Penasaran kan? ¿ɐʎuɐɹɐɔ nɥɐʇ nɐɯ
Mudah kok, langsung ke sini,

Mudah kan? cara pakainya?
1. kotak pertama, tempat menulis pesan yang akan di balik
2. kotak yang ada di bawahnya, itu hasilnya.
3. copas tulisan di kotak kedua ke dinding FB atau kirim ke teman via YM, atau ngisi SB blog teman, hehehe
4.Masih bingung? langsung ke TKP,
Mohon masukannya, kalau dah berhasil jangan lupa komentar di bawah ini dengan tulisan terbalik teman-teman, hehehe

Mohon maaf,bahasanya kurang bagus, soalnya lagi lemas....






Image Hosted by UploadHouse.com

Ikhtiyar dan Istikharah

5.10.2009

Dalam kehidupan sehari-hari kita sering dihadapkan pada pilihan serba sulit, dari soal jodoh, pekerjaan, rekanan bisnis, hingga memilih pemimpin. Sebuah pilihan tentu membawa risiko: baik atau buruk. Pilihan yang tepat tentu membawa kebaikan, sedangkan pilihan yang buruk akan berakibat pada kerugian. Dalam bahasa agama, perintah untuk memilih yang baik dinamakan ikhtiyar. Orang beriman disuruh berikhtiar. Kata ikhtiyar berasal dari khair yang secara harfiah berarti baik. Jadi, ikhtiyar bermakna melakukan daya upaya untuk memilih yang terbaik.

Dalam ikhtiyar, pilihan ditentukan oleh manusia sendiri berdasarkan akal pikirannya, hati nurani, dan berbagai pertimbangan lainnya. Apabila seseorang tak mampu atau ragu dalam memilih, agama memerintahkannya supaya melakukan istikharah. Perkataan istikharah juga berakar dari kata khair (baik) atau khiyarah (terbaik). Di sini, istikharah berarti thalab al-khiyarah min Allah, yaitu usaha untuk mendapatkan sesuatu yang terbaik dengan memohon petunjuk dari Allah SWT.



Jadi, bila ikhtiyar bersifat rasional, istikharah justru bersifat spiritual dan merupakan usaha yang sepenuhnya bersifat rohani. Nabi Muhammad SAW sangat menganjurkan agar umat Islam melakukan istikharah. Jabir bin Abdillah, sahabat Rasulullah SAW, menceritakan bahwa Nabi mengajarkan istikharah dalam segala hal.

Berdasarkan petunjuk Nabi, sebagaimana diriwayatkan Imam Bukhari, istikharah dilakukan dengan shalat sunat dua rakaat di malam hari. Selesai shalat, orang yang bersangkutan disuruh membaca doa istikharah yang pada intinya berisi permohonan kepada Allah SWT agar ia diberikan sesuatu yang terbaik untuk kepentingan jangka pendek (dunia) maupun jangka panjang (akhirat).

Berdasarkan hadis di atas, seorang Muslim, menurut Imam Syaukani, tidak boleh meremehkan sesuatu perkara dan mengabaikan istikharah. Soalnya, sering terjadi, barang kecil yang diremehkan, ketika diambil atau ditinggalkan, justru menimbulkan bahaya besar di belakang hari. Ini berarti, lanjut Syaukani, seorang Muslim harus selalu bermohon kepada Tuhan atau meminta petunjuk dari-Nya dalam segala urusan sebelum mengambil keputusan: memilih atau menolak sesuatu.

Istikharah menjadi penting karena pilihan manusia acap kali bersifat subjektif, partikularistik, dan tidak bebas dari vested interest. Akibatnya, pilihan manusia sering mengecewakan. Manusia terkadang membenci sesuatu yang baik, dan sebaliknya mencintai sesuatu yang buruk. Firman Allah SWT, ''Boleh jadi kamu membenci sesuatu padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu padahal ia amat buruk bagimu. Allah mengetahui, sedangkan kamu tidak mengetahui.'' (Al-Baqarah: 216).

Sebagai petunjuk dari Allah SWT, pilihan melalui istikharah memberikan keyakinan yang amat kuat. Pelakunya tidak mungkin bisa disuap atau dipengaruhi. Money politics serangan fajar, dan apalagi rayuan gombal, tidak mungkin menggoyahkan keyakinannya. Wallahu a'lam.(A Ilyas Ismail)






Image Hosted by UploadHouse.com

EKSPRESI KEBERHASILAN ATAU EKSPRESI FRUSTASI?

4.24.2009

Hari Jumat 24 April 2009 pukul 11.00 WITA di negeri antah berantah adalah hari terakhir untuk para pelajar SMA sederajat menghadapi Ujian Nasional tahun ajaran 2008/2009. Jalanan ramai oleh anak-anak SMA yang asik corat-coret baju, corat-coret muka sampai corat-coret rambut. Tidak puas mencoreng muka sendiri, sebagian dari mereka menyemprotkan catnya ke metromini dan angkot yang melintas. Ada juga yang menuliskan sekolahnya, ada yang menulis 'Fuck You', dan tulisan-tulisan lain yang tak bermakna menurut saya. Masih belum puas mewarnai angkot dan bus kota, mereka mencorat-coret tembok pagar rumah. Ada yang melakukan konvoi sambil berteriak-teriak girang.

Entah ini adalah bentuk ekspresi keberhasilan atau ekpresi frustasi, saya tidak bisa membedakannya. Ekpresi luapan kegembiraan karena seragam abu-abu yang selama tiga tahun dipakainya akan segera lepas, kalau mereka lulus. Ekspresi karena mereka akan menjadi mahasiswa yang siap berdemo untuk merobohkan kokohnya pagar gedung MPR/DPR RI di Senayan, tempat para wakil rakyat yang konon suka membawa perempuan ke ruangan kerjanya, yang konon suka me-markup anggaran, yang konon suka begadang sehingga kalau rapat matanya terpejam, yang konon belum bisa makan sendiri sehingga harus disuap. Gembira karena mereka tak perlu belajar untuk sekedar lulus dari Ujian Nasional dengan standard kelulusan yang sangat tinggi itu. Tak perlu buka buku, tak perlu colak colek, tak perlu baca soal, wong mereka sudah dapat jawaban dari semua soal yang terletak rapi di atas meja ujian, ada juga yang dapat sms jawaban soal ujian nasional. Kertas coretan hanya berisi gambar daun waru tertembus panah. Mungkin ini juga merupakan ekspresi frustasi, jangan-jangan jawaban yang diterima setiap pagi sebelum ujian itu salah. Frustasi karena bapaknya gila gara-gara gagal menjadi anggota legislatif karena tak ada yang mau memilihnya. Frustasi karena mahalnya biaya pendidikan tidak memungkinkan untuk mendapat gelar mahasiswa, satu-satunya gelar untuk manusia yang menggunakan kata 'Maha'.

Kembali ke masalah jawaban ujian nasional yang dibagikan lewat selebaran fotocopy kertas HVS dan disebarkan juga via SMS. Saya sendiri yang bukan lagi seorang pelajar mendapat 2 kali SMS dari nomor yang tidak dikenal. SMS yang berisi jawaban ujian nasional, uedan tenan...!! Diknas negeri antah berantah pasti mengelak jika tuduhan ini diarahkan kepadanya. Pihak sekolah pasti tak akan mengakui kasus ini. Pengawas independent pasti akan mengatakan bahwa ujian nasional berjalan baik dan lancar serta tidak ada kecurangan. Padahal, saya menanyakan ke sepuluh pelajar dari sekolah yang berbeda dan sembilan diantaranya mengaku mendapatkan jawaban soal ujian nasional. Satu yang lain mengaku tidak mendapatkan jawaban tapi karena ia datang terlambat, sementara teman-teman satu ruangan semuanya mendapatkan jawaban.

Buat apa ada standard kelulusan yang begitu tinggi kalau semua pihak yang terkait saling support untuk men-'sukses'-kan ujian nasional. Buat apa ada pihak kepolisian yang mengawal distribusi soal ujian kalau akhirnya seperti sengaja dibocorkan. Berapa biaya yang dikeluarkan untuk seolah-olah mengamankan soal ujian. Berapa biaya yang dikeluarkan untuk Pengawas Independent yang setiap orang rata-rata dibayar Rp. 1.200.000,-. Padahal satu sekolah yang cukup besar ada yang terdiri dari 6 orang pengawas independen. Berapa trilyun uang yang menguap sia-sia hanya untuk menutupi kebohongan ujian nasional di negeri antah berantah.

Bagaimana dengan Ujian Nasional di Negeri Tercinta Indonesia sobat?

Image Hosted by UploadHouse.com

 
 
 

SEKEDAR INFO

di blog yang sederhana ini ternyata:

buah torehan telah ditulis
buah nasehat telah masuk


KOMENTATOR

Widget by

KOMENTAR TERAKHIR

VIA:

 
Copyright © Diary Aktivis