TARIAN PAGI HARI

8.09.2009

Embun tersenyum
bunga-bunga menggeliat manja
merah, kuning, ungu
burung-burung berkicau riang
angin turut bercanda
menggoyang dedaunan yang berdansa
ke kanan ke kiri
kupu-kupu pun menari-nari
seirama bunga yang berdansa
Ya Allah, sang pemilik rasa ini
terima kasih telah mengenalkanku
pada warna-warni hidup ini
Image Hosted by UploadHouse.com

AKU BAHAGIA

8.08.2009

Hari ini, aku bahagia, untuk menggambarkan kebahagiaanku, berikut aku posting lirik nasyid Justice Voice, kayaknya sesuai dengan suasana hatiku saat ini

Our Happy Days
Munsyid: Justice Voice
Hari ini kumerasa bahagia atas nikmat yang telah diberikanNya Indah persahabatan suka cita gembira Hari ini ku juga rasa bahagia ada nada yang bisa kita nyanyikan Ada seuntai kata yang bisa kita rasakan Hari ini kumerasa bahagia atas nikmat yang telah diberikanNya Indah persahabatan suka cita gembira Hari ini ku juga rasa bahagia atas kisah yang telah kita goreskan Ada indahnya suasana yang slalu kita rindukan
Reff:
Bahagia karna indah persahabatan meski terungkap dalam satu bait sederhana Sungguh indah ha... indah persahabatan yang tak kan terpisah hingga di hari depan
Bridge:
Andai kita berbeda..Itulah ke indahannya Andai kita tak sama...Tak kan memisahkan persahabatan kita
Image Hosted by UploadHouse.com

TAK BERMAKSUD MERENGGANGKAN

8.05.2009



Saat hati mulai teriris, jiwa serasa terpasung....
Tak ada lagi kejernihan hati yang bisa diusung....
Lelah..penuh dengan penat berharap terlarung....
terdiam dan tidak bergerak menjadi patung....

Terulur sudah tali persahabatan kita, terjalin dalam untaian waktu.Berjuta warna pelangi merona di cerita kita, hingga waktu pun berlalu, angin menghapus semua jejaknya,hanya ada padang gurun yang gersang,panas, terasa kering dan membawa penderitaan tetapi aku tak akan pernah patah semangat, kuharap kaupun juga tetap semangat....
Kita bersama merangkai cerita disetiap detik yang berlalu, menyusun puzzle satu per satu dan mengganti tawa di setiap tangis yang pernah ada.
Ah… Indahnya persahabatan…
Lalu, jika kau minta pergi sejenak, apakah itu salah?
Aku dan kau butuh merenung dan kau pinta waktu untuk itu. Bisakah aku lakukannya?. Kita bersama memikirkan sejenak arti waktu yang telah kita lalui. Bukan karena ingin merenggangkan. Kalau ini buatku semakin kuat, kutahu kau akan mengerti.
Sahabat, kau tahu betapa berartinya dirimu.
Aku ingin setegar kemilau jingga di ufuk sore, tersenyum diujung laut, tenggelam dengan bahagia. Menekur diri di pergantian waktu. Tanpamu…, tapi itu sulit...

Aku hanya pernah mengingatkan, bila ini ternyata melukai, aku tahu engkau hanya belum bisa menerima. Terkadang ada memang yang harus menjadi jalan untuk menghitung kekurangan diri.
Biarlah bentang waktu menjadi masa bagi kita untuk belajar, meski pengertian sudah tak perlu lagi menjadi pertanyaan. Aku mengertimu, bukan karena sok tahu.. tapi aku sedang belajar memahami.

maafkan aku sahabat...
aku tak ingin memaksamu...
untuk memberi maaf kepadaku...
meskipun ketulusan....
dan beribu maaf yang ingin kusampaikan...
atau mungkin engkau harus melupakanku sejenak....
untuk mengobati luka hatimu
aku tak sanggup....
Moga tak butuh waktu lama…
karena aku tak ingin uluran itu memanjang dan kemudian putus...

(di sebuah pagi 5 Agustus 2009)
Image Hosted by UploadHouse.com

UNTUK SEORANG PEJUANG

8.04.2009


Pejuang.....
Di sini mulanya
kau ukirkan setia sebuah ikrar
pada beberapa cibiran
batu bata kerikil jalanan
tentang kisah-kisah perjuangan

Bermula dari ikrar perjuangan itu
Kau tidak punya sebait masa
untuk alpa bersantai luka

Pejuang
diarimu itu masih terselit
pada sebongkah janji
terwujudnya sebuah peradaban

Kalimahmu bagai berselingkit dalam cahaya
sambil mengejar sinar lilin kebenaran
yang kian padam

Pejuang....
Sisa air kekuatan itu
di dalam tempayan waktu
masih bisa kau ceduk
dengan secawan usahamu
yang mengundang sejuta warna
kesabaran ampuh
dalam mengobati rintihan perjuangan itu

Lantas kau semadikan
dalam saku ingatan anak-anak negeri
agar nanti pasti berkesinambungan
episode-episode perjuangan
yang pernah diimpikan

Kau masih menanti akhirnya
yang mungkin takkan kau temui

Kau cuma ibarat mata-mata rantai
penyambung warisan para pejuang sebelummu
dengan menghias diari yang sama



untuk seorang pejuang, tetaplah tegar!!!




Image Hosted by UploadHouse.com

 
 
 

SEKEDAR INFO

di blog yang sederhana ini ternyata:

buah torehan telah ditulis
buah nasehat telah masuk


KOMENTATOR

Widget by

KOMENTAR TERAKHIR

VIA:

 
Copyright © Diary Aktivis