Ada banyak cerita, segudang kisah dan sejuta kenangan di bulan Juni. Mengawali bulan Juni dengan penuh semangat, penuh tekad untuk menjadi lebih baik dengan target-target yang ingin kucapai. merinci semua tujuan-tujuan yang ingin kuraih di bulan Juni.
Juni, MILAD-ku terpatri
Juni, meninggalkan kesan yang mendalam. Di bulan ini, usiaku menyapa hitungan angka yang bertambah namun hakikatnya mengundang kesadaran akan semakin dekatnya aku kepada kematian. Di hari MILADku tahun ini, ada banyak kenangan manis yang takkan terlupakan. Bermula, ketika seorang sahabat memberikan ucapan milad kepadaku dengan cara mengerjaiku tengah malam, yang tak kusadari ternyata dia sangat care padaku, buktinya dia orang pertama yang mengucapkan selamat milad untukku. Aku merasa terharu, merasa bangga dan sangat berterima kasih kepada sahabatku itu.
Pagi hari, setelah aku cek Facebookku, ada ratusan pesan dan ucapan MILAD yang kuterima. Ada banyak harapan dan do’a dari teman-temanku, baik di dunia nyata maupun dunia maya, tak terkecuali para blogger. Semoga harapan ini menjadi ENERGI BARU untuk menjalani rutinitas harianku.
Buku yang dibaca
Di bulan Juni, aku selesaikan baca buku: The Gogons, Rabithah Cinta, Aisyah Putri: Chat Online
Film yang dinonton
Di bulan Juni, bioskop-bioskop ramai dengan pengunjung. Maklum, di bulan ini, banyak film-film baru yang tayang di bioskop-bioskop. Ketika Cinta Bertasbih, CAPRES, Garuda di Dadaku, KING dan masih banyak film yang lain. Di bulan ini, aku sempat nonton film CAPRES, sebuah film yang penuh dengan kritikan sosial.
Makna sebuah persahabatan
Kisah persahabatan yang akan jadi kenangan sepanjang masa. Seorang sahabat yang begitu menyayangi dan mengerti akan diriku. Terima kasih sahabat,kini kutemukan sahabat sejati itu.
Juni, ada yang datang dan pergi. Juni, aku masih belajar memaknai diri dan menata hati.
Datangnya Bulan Rajab
Di bulan ini juga, aku masih bersyukur mendapati mentari Rajab, semoga bisa menjumpai Sya’ban dan memasuki Ramadhan. Tak terasa yah…...
Tentang Matahari, Bulan dan Bintang
Postinganku diakhir bulan Juni, kebanyakan tentang Matahari. Rencananya mau lanjutkan tentang Bulan dan Bintang.
Ah…terlalu banyak kenangan di bulan Juni, sampai-sampai aku tak bisa menuliskan semua kenangan itu. Biarlah menjadi kenangan terindah yang selalu dikenang untuk masa yang akan datang.
Dan Juni pun berlalu, wellcome Juli.
Diposting oleh H45 di 23.57 2 komentar
Sebelum lanjut, saya mau tanya dulu, siapa diantara teman-teman yang sudah pernah nonton Film KCB? Atau bahkan sudah berulang kali nonton filmnya. Silahkan angkat tangan, jangan sekedar senyum-senyum, hehehe. Bagi yang belum pernah nonton, berarti tak beda jauh dengan saya.
Mari kita LANJUTKAN! Tulisan ini bukan untuk membahas tentang serunya film Ketika Cinta Bertasbih, melainkan ingin menceritakan kepada teman-teman tentang sebuah film yang keren dan tak kalah serunya dengan KCB.
Ketika Cinta Bertasbih jadi Capres, judul ini sengaja saya pilih karena saling berhubungan. Nanti di akhir tulisan ini, teman-teman akan mengerti. Lho, dimana letak hubungannya? Silahkan baca terus tulisan ini.
Begini friend, tanggal 11 Juni yang lalu, saya juga termasuk salah seorang diantara sekian banyak orang yang ingin menonton Film Ketika Cinta Bertasbih(KCB) , yang tayang perdana di bioskop pada hari itu. Akhirnya perjuangan itu kandas bersamaan dengan habisnya tiket untuk nonton KCB. Ah…alangkah kecewanya pengunjung yang sudah antri beberapa jam, harus menelan pil kekecewaan, tak bisa menikmati film yang di tunggu-tunggunya. Lain halnya denganku, yang semula tidak terlalu menggebu-gebu untuk nonton KCB. Toh…pada saat itu, rencana nonton tetap terlaksana dengan memilih film yang lain. Akhirnya pilihan jatuh pada film CAPRES.
Bagi yang sudah nonton, jangan komentar dulu yah dan bagi yang belum pernah nonton, silahkan di LANJUTKAN membaca resensi film CAPRES berikut.
Film ini di awali dengan sebuah penangkapan oleh KPK yang mengakibatkan penahanan seorang pemimpin partai politik yang maju sebagai calon presiden.. Kemudian dicarilah seseorang yang lugu sebagai tumbal dan diperalat serta boneka dengan kriteria yang tidak masuk menjadi seorang pemimpin.
Dari beberapa film komedi yang lahir di tanah air Indonesia ini, film ini termasuk unik. Mungkin sedikit menyinggung mengenai dunia politik saat ini.
Film Capres mengisahkan Hartono (Dwi Sasono) yang jujur dan lugu dengan gelar sarjana ekonomi (SE) merupakan seorang office boy yang diangkat menjadi Ketua Umum sebuah Partai politik yang korup yakni Partai ASU (Anggaran Semua Untukmu), yang didirikan pada tanggal 12-12-2012. Para pengurusnya menginginkan Hartono bisa disetir dalam menjalankan kebijakan partainya. dengan tujuan supaya dana yang terkumpul dari para pejabat dan pengusaha sebagai modal kampanye bisa dipertahankan meski Ketua Umum mereka yang asli sedang dipenjara oleh KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi). Hartono sendiri adalah anak pendiri Partai ASU. Jadi dia sedikit tahu tentang politik dari ayahnya yang seorang politisi yang telah meninggal dunia.
Setting waktu dalam film ini adalah pemilihan Presiden 2014, dengan harapan di tahun 2014 nanti, para anak mudalah yang menjadi capres yang mampu menghalau adanya korupsi yang telah merajai Indonesia pada saat ini. Hidup anak muda, hehehe. Film yang menceritakan tentang pemilihan Presiden di tahun 2014 ini sangat kreatif dan menghadirkan beberapa pejabat pemerintahan dan politikus seperti Wakil Presiden RI Jusuf Kalla,Ketua MPR Hidayat Nur Wahid, KH Abdurahman Wahid alias Gusdur, Yusril Izha Mahendra, Andi Mallarangeng, Angelina Sondakh, Ruhut Sitompul dan beberapa bintang tamu diantaranya Effendi Gazali dan Sys NS. Film ini juga mengisahkan para koruptor yang pernah ditangkap oleh KPK, nama dan wajah disamarkan tapi kental dengan lelucon yang menghibur penonton.
Ada beberapa adegan dalam film ini yang menarik untuk disimak. Beberapa di antaranya ketika Hartono yang ndeso itu disulap menjadi perlente. Dari orang rendahan menjadi eksekutif, dan dari yang semula jujur menjadi penipu. Berbagai pertemuan pun harus diiikutinya, mulai dari pertemuan dengan pengusaha dan pemimpin Cina, Arab, Rusia, hingga tokoh seperti Osama bin Laden dan Obama.
Masalah mulai muncul ketika perasaan didalam hati bertanya - tanya, apakah benar yang dilakukan dan kata hatinya tersadar. Apalagi setelah dia kerap melihat secara terang-terangan kejahatan yang dilakukan teman-temannya di partai. Karena perasaan bimbang dan risau semakin kuat akhirnya Hartono harus memutuskan sesuatu yang baik untuk bangsanya. Disinilah, Hartono mulai tampil sebagai dirinya sendiri yang idealis. Sejak saat itu, Hartono menggunakan jasa dua orang pengamat politik sebagai konsultan politik dan seorang Public Relation (PR). Para konsultan politik itu memberikan tehnik menarik massa saat berpidato, tentang body language( bahasa tubuh), vocal dan lain sebagainya. 7X7= 49, setuju tak setuju yang penting penampilan. Sedangkan Public Relation (PR) menekankan tentang hubungan dengan media. 7X7= 49, setuju tak setuju yang penting pencitraan. Hal yang dilakukan Hartono ini sangat beda jauh dengan apa yang dilakukan oleh seorang pengurus partai yang menggunakan jasa dukun sebagai konsultan politiknya. Karena film ini sarat dengan komedi,di kisahkan sang dukun bekerjasama dengan lembaga survey untuk mengelabui kliennya. Sejenak dia ke belakang, menelpon beberapa lembaga survey untuk menanyakan tingkat elektabilitas sebuah partai politik dan politisi, terutama berhubungan dengan kliennya. Bukan hanya itu, sang dukun memberikan beberapa batu kepada kliennya untuk di simpan di celana dalamnya. Batu-batu elektabilitas, katanya.
Adegan lainnya adalah ketika muncul seseorang yang mirip dengan Hartono, seorang penjual bakso keliling. Kalau tidak salah, istilah dalam film ini adalah double gangger. Entah teori dari mana, katanya sih seseorang bias sukses kalau punya double gangger, seseorang yang mirip. Teman-teman pernah nonton acara talkshow komedi Republik Mimpi, Negeri Impian dan acara sejenisnya? Di sana ada beberapa tokoh politik kita yang punya kembaran atau rada-rada mirip. Seperti itulah double gangger.
Sebagai sebuah parodi, film ini cukup mengena. Film ini memberikan kritik yang pedas mengenai dunia politik walaupun ditayangkan dalam bentuk format komedi. Timingnya juga sangat pas dengan suhu politik nasional yang sedang dimarakkan persaingan antar para capres-cawapres. Dan yang pasti penggarapan unsur komedinya juga cukup baik. Tidak ada kesan kaku atau pemaksaan diri. Ada banyak kritik sosial yang ingin di sampaikan lewat film ini. Tentang dunia politik Indonesia diantaranya fenomena Politisi yang sering melakukan skandal dengan perempuan, utamanya dengan sekretaris pribadinya, percaya paranormal, money politik, pembunuhan karakter, manipulasi fatamorgana, panggung kampanye partai politik yang dipenuhi nuansa hura-hura, dengan iringan musik dangdut dan goyangan erotis dan sticker-sticker serta atribut-atribut partai politik yang suka mengumbar janji. Tapi ada juga pesan positif yang di sampaikan dari film ini, tentang kesabaran, bahwa seorang PEMIMPIN itu MELAYANI.
Inilah film yang kritis kepada pemerintahan kita apalagi bangsa Indonesia sekarang sedang gencar-gencarnya mempersiapkan Pemilihan Presiden yang di gelar 8 Juli 2009 nanti. Bahwa bangsa ini sedang sakit, butuh obat kesungguhan, kerja keras dan rasa cinta tanah air/ nasionalisme dari seluruh warganya. Selain itu, film ini juga tak melupakan peristiwa-peristiwa fenomenal dalam negeri diantaranya: tentang dukun cilik Ponari, kasus pernikahan Syeikh Puji yang dikemas dalam adegan yang lucu.
Mungkin hanya itu yang bisa saya sampaikan. Untuk lebih jelasnya, silahkan nonton sendiri filmya .
Jadi sudah jelas, kenapa judul dari tulisan ini Ketika Cinta Bertasbih jadi CAPRES. Gagal nonton film KCB, tapi berhasil nonton sebuah film yang penuh pesan sosial.
Tentang film CAPRES
Jenis Film : Drama/komedi
Produser : Shankar Rs, Hasnan Abdullah
Produksi : Ninefx Production
Durasi : 90
Pemain : Dwi Sasono, Happy Salma, Catherine Wilson, Sujiwo Tejo, Butet Kertaredjasa, Kelik Pelipurlara, Denny Chandra, Remy Silado
Sutradara : Toto Hoedi
Penulis : Toto Hoedi
Diposting oleh H45 di 07.58 4 komentar
Tiba-tiba terlintas dalam pikiranku untuk membuat postingan ini. Tentang kebiasaan baruku. Sebulan terakhir ini, aku mulai menyukai cokelat (bukan warna cokelat lho....). Ehm...kalau punya uang lebih, pasti beli cokelat. Baca buku, sambil ngemil cokelat. Kemana- mana kantongi cokelat. Katanya sih, banyak makan cokelat bisa bikin gemuk, tapi kayaknya bagiku, gejala itu tak nampak. Emang sih bukan itu tujuanku mengkonsumsi cokelat, tapi ada alasan lain kenapa aku mulai menyukai cokelat. Apa sih?
Coklat mengandung beberapa senyawa yang membuat kita kembali bergairah. Ia mengandung kafein, yang meski tak banyak, tapi cukup untuk membuat kita terjaga. Coklat tak membuat kecanduan, tapi rasanya terkadang membuat orang ingin memakannya kembali. Hal yang membuat coklat dapat mengembalikan inspirasi adalah, karena efek senang yang ditimbulkan oleh coklat ketika kita memakannya (coklat merangsang otak menghasilkan dopamine). Dan, karena kita baru bisa memunculkan ide-ide hebat ketika otak sedang dalam kondisi bahagia dan tak tertekan, coklat bisa jadi alternatif untuk mengembalikan inspirasi yang hilang. Sebelum membuat postingan ini, aku makan cokelat dan akhirnya menemukan ide untuk menulis postingan ini.
Oiya, hampir lupa, kata beberapa temanku, cokelat juga bisa ngilangin stress. Coba aja deh...
I Like chocolate. Ada yang mau traktir? eh, tiba-tiba...ada yang bawain aku cokelat, waktu aku lagi bikin postingan ini. Dah dulu yah....aku mau makan cokelat dulu....
Happy blogging. Keep Spirit !!!
(Senin,29/06/09 10.20)
"Nda ji' "
Diposting oleh H45 di 06.55 1 komentar
Seharian matahari menyinari bumi
Bersama bintang dan bulan yang setia menemani
Seharian matahari menyinari bumi
Adalah dia letih…?
Kelihatannya bumi sudah cukup panas
Kini saatnya matahari undur diri
Maafkan dia dalam cahayanya yang cukup terik
Membuat bumi dan seisinya bersimbah peluh dan sedikit terbakar
Moga kita berjumpa lagi
Dalam cerita indah esok hari
Amin, Insya Allah
Apa kabar bintang?
Apa kabar bulan?
Terima kasih telah setia menemani perjuangan matahari
Kalian rela redup-redam dan tak menampakkan diri
Karena sinar matahari yang terlalu mendominasi
Selamat datang bintang
Selamat datang bulan
Saatnya kalian besinar, berkelip benderang
Menghias langit malam yang gelap nan kelam
Menidurkan seisi bumi dengan belaian kasih sayang
Setelah cukup jengah oleh jejak dan nakalnya matahari.
Selamat berjuang sampai nanti
Sampai jumpa esok hari ;)

Diposting oleh sahabat berbagi di 20.24 0 komentar









